Marinyo "Sang Pembawa Kabar"
Tifa adalah salah satu alat musik yang di pukul, yang sangat melekat pada diri masyarakat di Indonesia Timur, dan juga khususnya di Maluku. Tifa terbuat dari kulit hewan ( Sapi, Kambing dan Rusa) dan badan tifa terbuat dari sebuah bulat yang telah dilubangi, sehingga kulit hewan tersebut dililit/diikat di mulut kayu tersebut.
suara tifa bila di pukul maka akan menghasil suara yang besar bagaikan gemuruh, itu terjadi biasanya pada saat acara Adat (Pelantikan Raja, Pertemuan Adat, Cuci Negeri, Ganti Atap maupun tiang Baelo), namun ada pula bila tifa di pukul itu adanya Tarian Cakalele, bahkan ada informasi khusus yang di sampaikan oleh Marinyo (salah seorang pembawa kabar yang telah ditunjuk oleh dewan Adat dan Raja). Marinyo fungsinya adalah penyambung lidah keputusan dari Raja maupun dari Dewan Adat agar di ketahui oleh masyarakat setempat.
Bila tifa di bunyikan maka pasti ada seribu tanya dalam hati masyarakat, sehingga masyarakat berkumpul untuk mengetahui apa yang akan di sampaikan oleh Marinyo tersebut. marinyo dipilih berdasarkan turun temurun garis keturunan, pekerjaan marinyo adalah pembawa kabar. kabar yang di sampaikan biasa itu menjadi keputusan Raja dan Pemangku Adat. baik kabar suka, maupun kabar duka marinyo akan mengelilingi wilayah petuanan negeri tersebut dengan tifanya kemudian memukul sekeras-keras agar masyarakat mendengar dan berkumpul barulah pengumuman di bacakan/disampaikan.
untuk menjadi seorang Marinyo haruslah memiliki mental yang kuat, karna bila kabar yang di sampaikan itu kabar duka maka bisa saja kabar duka dari keluarganya sendiri yang harus disampaikan oleh masyarakat umum mengetahuinya.
saat masuknya bangsa Eropa dengan menyebarkan agama, marinyo di tambah perannya dari keputusan Dewan Adat dan Raja bertambah ke Keputusan Agama.
saat ini pekerjaan seorang Marinyo kini mulai tak terlihat lagi hampir diseluruh negeri Adat di Maluku, apa lagi di pusat kota yang sudah terlalu modernisasi. Kini marinyo-marinyo elektronik yang berfungsi setiap ada informasi terbaru untuk di ketahui masyarakat. Marinyo modernisasi itu adalah Toa. Toa adalah salah satu alat elektronika yang memanjakan telinga masyarakat saat ini sehingga perlahan-lahan, sadar maupun tidak sadar titipan Leluluhur mulai hilang ditelan zaman.


Komentar
Posting Komentar